Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan
INFO TENTANG NAUNGAN TANAMAN KOPI

INFO TENTANG NAUNGAN TANAMAN KOPI



Naungan ini sebenarnya hanya diperlukan bagi tanaman kopi yang ditanam di daerah-daerah yang kurang subur. Sebab tanaman kopi sendiri sebenarnya bisa ditanam tanpa naungan. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan daerah-daearah yang kurang subur adalah pada daerah yang kering apabila kita menanamnya di perkebunan. Disamping itu juga, kalau semakin baik tanaman kopi tersebut, maka semakin tidak perlu kita mempergunakan naungan.


Sebab kalau terlalu gelap maka respon terhadap pemumupukan akan berkurang.

Kebaikan maupun keguanan pohon naungan adalah sebagai berikut:
  1. Mengurangi penyinaran langsung, hingga dengan demikian maka humus tidak akan cepat hiang;
  2. Mengurangi erosi;
  3. Mencegah embun upas (frost) pada daerah0daerah tinggi;
  4. Sebagai bahan sumber organik;
  5. Megurangi pertumbuhan rumpai;
  6. Sumber bahan bakar, ini diperlukan nanti pada saat pengeringan kopi.
Keburukan maupun dampak negatif adanya pohon naungan:
  1. Saingan air dan zat hara tanah;
  2. Mengurangi rangsangan pembuangan;
  3. Perlu pemeliharaan dan pengaturan;
  4. Kadang-kadang menjadi inang hama dan penyakit

Oleh karena itulah maka pohon pelindung atau naungan ini harus memenuhi beberapa syarat, anatara lain adalah :

1. Berakar dalam, ini untuk memperkecil saingan air dan zat hara;
2. Mudah diatur secara periodik agar tidak menghambat pembuangan;
3. Tidak menjadi tanaman inang hama atau penyakit kopi;
4. Termasuk jenis leguminosa;
5. Menghasilkan banyak bahan organik;
6. Menghasilkan banyak kayu bakar yang baik dalam arti nilai bakarnya tinggi.

Lalu kegunaan dari pohon pelindung sementara dan pohon pelindung tetap itu adalah, bahwa pohon pelindung sementara dipergunakan untuk memberi naungan kepada tanaman kopi seblum pohon pelindung tetap dapat berfungsi dengan baik.

Beberapa jenis pohon pelidung sementara yang baik buat tanaman kopi adalah:

1. Flemingia Congesta;
2. Leucaena Glauca;
3. Crotalaria Anaggyroides;
4. Crotalaria Usaramoensis;
5. Tephrosia Candida;
6. Tephrosia Vogelii;
7. Desmodium Gyroides;
8. Acacia Villosa


Acacia Villosa ini baik sekali ditanam ditempat-tempat yang sukar ditumbuhi oleh lamtoro. Sedangkan untuk daerah-daerah nematoda, hendaknya kita pakai saja Crotalaria dan kalau untuk tempat yang tempatnya tinggi dan lebih dari 1000 meter dpl, sebaiknya memang dipakai jenis Tephrosia karena akan cepat tumbuh.

Kemudian kalau untuk pohon naungan atau pohon pelindung yang tetap biasanya akan digunakan:

1. Lamtoro atau Leucaena Glauca;
2. Dadap/Erythrina Subumbrans dan Dadap Serep atau E. Mocropteryx;
3. Sengon.


Akan tetapi kalau untuk perkebunan maka praktis pemakaian dadap tidak diperguakan. Hal ini disebabkan karena pohon dadap memiliki tajuk yang sukar untuk diatur serta banyak mengalami serangan hama dan penyakit. Selain itu, Pohon Dadap juga dinilai tidak memberi menjadi kayu bakar yang baik dan tidak bernilai tinggi.

Kemudian kalau sengon ini hanya dipakai di daerah-daerah tinggi yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter sampai dengan 1500 meter, sebab di daerah-daerah tersebut Pohon Lamtoro akan tumbuh dengan lambat.

A. Pengaturan Pohon Naungan/Pelindung
Untuk pengaturan pohon pelindung yang tetap, dilakukan melalu pemangkasan. Adapun tujuan pengaturan pohon pelindung ini terutama untuk:

1. Memberi cahaya matahari;
  • Untuk merangsang pembentukan rimordia bunga
  • Primordia bunga terbentuk pada akhir musim penghujan dan awal kemarau antara bulan April, Mei, dan Juni.
2. Mempermudah peredaran udara dalam pertanaman;
  • Bila cabang pohon pelindung terlalu rendah dan rimbun, udara akan sukar beredar.
  • Peredaran udara penting untuk penyerbukan, terutama sekali bagi tanaman kopi jenis robusta yang memerlukan penyerbukan bersilang.
3. Mengurangi kelembaban udara selama musim penghujan;
  • Bila terlalu lembab, maka akan mengakibatkan banyak buah yang gugur. Biasanya akan mencapai 20 – 30 persen.
  • Untuk mencegah agar pertumbuhan cabang-cabang primair tidak lemah.

B. Pemangkasan Pohon Pelindung
Untuk pohon pelindung ini harus kita usahakan agar cabangnya paling rendah adalah dua kali dari pohon kopi itu sendiri. Sehingga dengan demikian maka semakin tinggi pohon kopi tersebut, semakin tinggi pula cabang pohon pelindung itu kita pangkas.


Pengaturan Pemangkasan:
Pemangkasan ini dilakukan pada awal musim penghujan, adapun caranya adalah memotong batangnya, pemotongan ini dilakukan 50% dari jumlah pohon naungan. Pemenggalan ini dilakukan dengan secara bergiliran setiap tahunnya. Ini bisa dilakukan secara larikan atau silangan. Kalau pelindung untuk tanaman kopi jenis Robusta sambungan atau klonal maka pemangkasan pelindungnya dipangkas secara silangan. Hal ini untuk mengarahkan dan mendorong angin supaya memotong barisan klon yang berlainan.

Contoh Pengaturan Pemangkasan

Pengaturan ini kalau tidak kita gunakan sistem pemenggalan, kita juga bisa mempergunakan sistem rempesan, artinya, kalau pada musim penghujan maka akan banyak cabang-cabang yang tumbuh, maka pada akhir musim penghujan cabang-cabang tersebut akan di rempe (dipotong), ini untuk merangsang pembentukan Primordia bunga kopi. Rempesan ini terutama ditujukan pada pohon-pohon yang tidak dipenggal, namun juga pada pohon-pohon yang telah dipenggal pada awal musim penghujan. Itupun kalau pertumbuhan cabangnya terlalu banyak.

C. Penjarangan
Apabila tanaman kopi telah menutup dengan pertumbuhan yang baik. Sehingga dapat memberi perlindungan satu dengan lainnya maka jumlah pohon pelindung dapat diperpanjang.

Intensitas penjarangan ini tergantung dari jenis pohon naungan dan sistem jarak tanam kopi. Untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan diluar perhitungan, penjarangan ini dapat dilakukan dengan memotong lamtoro pada tinggi kurang lebih 1 metr. Hal ini dilakukan bahwa nantinya kalau dalam keadaan darurat masih bisa ditumbuhkan lagi.
Tinggi Percabangan Pohon Pelindung Tanaman Kopi

PANDUAN MEMANGKAS TANAMAN KOPI

PANDUAN MEMANGKAS TANAMAN KOPI

Tanaman kopi itu seperti angin, begitulah kami menganggapnya. Kopi membutuhkan aliran udara yang cukup bebas disekitar batang dan cabangnya. Bila aliran udara disekitar batang dan cabang optimal, maka produksi buah pun meningkat. Pertanyaannya bagaimana cara melakukannya dan apa tolak ukur pasti yang bisa kita gunakan sebagai pedoman dan perbandingan dilapangan. Untuk tolak ukur sampai saat ini kami belum menemukan, bagi rekan-rekan yang lain harap masukannya....:). Namun sebagai pembanding kita bisa melihat tanaman umur tiga tahun.

Ada dua sistem penanaman kopi arabika berdasarkan model pangkasan yang diterapkan. Ada yang mengatakan kopi arabika harus ditanam dengan sistem batang tunggal, namun ada juga yang berpendapat kopi arabika sebaiknya di tanam dengan sistem batang ganda.Dalam tulisan ini kita membahas sistem batang tunggal. Pemangkasan sangat diperlukan untuk :

Menyediakan batang dan percabangan yang baik untuk buah kopi fase berikutnya.
  • Menjaga keseimbangan antara total luas daun dan tanaman.
  • Mencegah kelebihan cabang dan kematian tunas.
  • Mengurangi bantalan bunga berlebihan (terutama bantalan bunga yang telah berusia 2-3 kali panen) pada cabang.
  • Mempertahankan bentuk pohon yang ideal.

Ada tiga tipe pemangkasan, yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan rejuvinasi.

Pemangkasan Bentuk 
Pemangkasan bentuk bertujuan untuk menciptakan bentuk pohon yang ideal. Pemangkasan dilakukan pada tanaman berumur 1-3 tahun. Prinsip dasar pemangkasan bentuk :

  • Agar pohon tidak terlalu tinggi.
  • Agar pertumbuhan cabang-cabang samping lebih kuat dan panjang untuk mendukung pembuahan
  • Tinggi ideal pohon pangkasan 1,5 - 1,8 m.
  • Cabang primer teratas harus dipotong tinggi satu ruas.
  • Cabang sekunder yang tumbuh pada posisi 20 cm harus dipangkas bersih.
  • Pilih 2-3 cabang sekunder yang kuat dan letaknya menyebar pada setiap cabang primer untuk dipelihara, dan sisanya dipangkas.
  • Pemangkasan dilakukan pada akhir kemarau agar pertumbuhan cabang lebih baik dan kuat.

Untuk lebih jelasnya coba perhatikan ilustrasi berikut,





Pemangkasan Produksi 
Pemangkasan produksi dilakukan untuk menjaga keseimbangan jumlah daun dengan tanaman. Menciptakan aerasi yang ideal sehingga kelembaban iklim mikro sekitar cabang terjaga (menghindarkan penyakit). Prinsip dasar Pemangkasan produksi :

  • Pembuangan tuanas air (wiwilan) yang tumbuh keatas.
  • Pembuangan cabang cacing dan cabang balik.
  • Pembuangan cabang-cabang yang terserang hama dan penyakit.
  • Pemangkasan dilakukan 3-4 kali dalam setahun dan dilakukan pada awal musim hujan.


Keterangan Gambar :

A= wiwilan
B= Cabang balik
D= Cabang tua
E= Cabang sekunder

Bila masih bingung silahkan perhatikan gambar berikut :





Keterangan gambar:

a= tunas air (wiwilan)
b= tunas balik
c= tunas menggantung
e= tunas/cabang yang mati
f= tunas/cabang yang terserang penyakit

Pemangkasan pada cabang tua/tidak produktif lagi (2 atau 3 kali panen) :




Pangkasan Rejuvinasi (Peremajaan)

Peremajaan sangat perlu dilakukan untuk mengembalikan potensi produksi tanaman kopi yang telah tua atau terserang penyakit. Terdapat dua metode dalam rejuvinasi, yaitu Metode Side Pruning dan metode Full Stumping.

Metode Side Pruning
Dilakukan dengan memangkas habis seluruh cabang disatu sisi dan membiarkan sisi berlawanan normal. Pemangkasan satu sisi nantinya akan mendorong tumbuhnaya tunas pada sisi yang telah dipangkas tadi. Seleksi satu tunas yang baik dengan kriteria; berada 30-45 cm dari permungkaan tanah, sehat dan kokoh.


Contoh penerapan dilapangan:



Metode Full Stumping
Metode ini sebenarnya tidak direkomendasikan pada tanaman kopi karena dapat menghentikan produksi sampai 2 tahun. Namun metode ini wajib dilakukan bila tanaman terserang OPT (organisme pengganggu tumbuhan) dan membuat bagian tanaman atas harus di botong habis.


Bila rekan-rekan menemukan metode lain yang lebih efektif mohon diinformasikan juga. Semoga postingan ini bermanfaat dan menyumbang bagi pengembangan kopi Nasional.

Daftar Pustaka
Winston. E, dkk. Arabica coffee manuao for Lao-PDR. http://www.fao.org
Amarta. Buku panduan petani Budidaya tanaman kopi arabika di Sumatera Utara.www.amarta.net.2010
CARA PEMANGKASAN TANAMAN KOPI

CARA PEMANGKASAN TANAMAN KOPI

Tanaman kopi merupakan tanaman yang mudah sekali tumbuhnya di areal yang cukup naungan, misalnya di bawah kebun kelapa; sehingga terciptalah sistim tanaman campuran yang memungkinkan si pemilik kebun memperoleh hasil panen yang cukup besar. Namun pemeliharaan bagi tanaman kopi merupakan satu hal yang patut diperhatikan agar hasil panen kelak tidak mengecewakan.

Pemeliharaan itu meliputi: Pemupukan,Pemangkasan dan Pemberantasan hama / penyakit.
Dalam postingan ini akan dibicarakan soal Pemupukan dan Pemangkasan saja

Pemupukan.

Pemupukan dilakukan mulai tanaman berumur tahun sampai 6 tahun (pada kebun masih muda). Sedangkan pada kebun yang telah menghasilkan dipupuk dua kali setahun, yakni :
Pertama : 3-4 minggu setelah masa pembuahan.
Kedua : Segera setelah panen selesai. Dipupuk dengan 200 gr Urea, 100 gr DS dan 100 gr ZK


Pemangkasan.

Pemangkasan bertujuan untuk
- Memperoleh cabang baru dalam jumlah yang dlkehendaki
- Memudahkan memperoleh sinar matahari guna merangsang pembentukan bunga
- Membuang cabang tua yang tidak produktif
- Memperbaiki peredaran udara guna merangsang penyerbukan bunga
- Membuang cabang yang terserang hama/penyakit.

Pemangkasan Berbatang Ganda.

Untuk mengusahakan tumbuh lebih dari satu batang utama, terdiri dari
1. Pemangkasan bentuk. Bermaksud untuk membentuk suatu tunggul penyangga yang menumbuhkan beberapa batang diatasnya. Terdiri atas dua metoda, yaitu


2. Pemangkasan Produksi.

Pemangkasan ini ditujukan poda peremajaan batang, kalau dipandang perlu. Meliputi
- Pembuangan cabang-cabang balik yang tidak diperlukan yang tumbuh pada cabang primer.
- Pemangkasan cabang tua yang tidak diperlukan.
- Pemangkasan tunas-tunas dilakukan waktu masih kecil, dalam jangka waktu 2 - 4 minggu.
- Pemangkasan cabang yang terserang hama / penyakit.

3. Pemangkasan Rejuvinasi.

Pemangkasan ini bertujuan mempermuda batang. Cara pemangkasan :