Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Hikmah. Tampilkan semua postingan
Apa Keistimewaan Umur 40 Tahun?

Apa Keistimewaan Umur 40 Tahun?

Mengapa Umur 40 Tahun? Adakah yang istimewa pada umur tersebut? Apa yang harus kita lakukan saat dikarunia umur mencapai 40 tahun? Mengapa sampai disebutkan secara khusus dalam Kitab Suci Al-Qur'an?
Ketika usia mencapai 40 tahun

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

{وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ}

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya *_mencapai empat puluh tahun_* ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri". [QS. al-Ahqaf : 15]

 Al-Imam Ibnu katsir rahimahullah meriwayatkan di dalam tafsirNya :

عَنِ القَاسِمِ بنِ عَبْدِ الرحمنِ قَالَ: قُلْتُ لِمَسْرُوق: مَتَى يُؤْخَذُ الرجلُ بذُنُوْبِه؟ قَال: إِذَا بَلَغْتَ الأَرْبَعِيْن، فَخُذْ حِذْرَك.

Dari al-Qasim bin 'Abdirrahman berkata : aku berkata kepada Masruq : kapankan seseorang dihukum atas dosa-dosanya? Dia menjawab : jika kamu telah mencapai usia 40 tahun, maka berhati-hatilah.

Oleh karena itulah kita melihat ketika seorang melewati usia 40 tahun, mulailah bermunculan berbagai macam penyakit dan permasalahan kehidupan.

 Ayat yang mulia di atas memberikan petunjuk bahwa ketika kita mencapai usia 40 tahun maka hendaknya kita memperhatikan hal-hal berikut :

*1-Memperbanyak syukur atas segala nikmat Allah*

*2-Berbakti kepada orang tua karena umumnya ketika kita berusia 40 tahun maka orangtua kita sedang dalam keadaan sepuh dan sangat membutuhkan bantuan kita.*

*3-Memperbanyak amal shalih*

*4-Mendoakan dan mendidik anak cucu kita dengan ajaran agama*

*5-Terus menerus bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan, dan menjauhi segala bentuk dosa.*

*6-Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya dalam segala bentuk Ibadah.*

Wallahu a'lam

✏ Ustadz Askar Wardhana, Lc,M.Pd

Sumber WAG
Jangan Mudah Terbakar Disebabkan Gesekan Kecil

Jangan Mudah Terbakar Disebabkan Gesekan Kecil

🌳📍📍📍📍📍?📍📍📍
SEBATANG POHON DAPAT MEMBUAT JUTAAN BATANG KOREK API,_

📍🌳🌳🌳🌳🌳🌳🀊
TAPI SATU BATANG KOREK API JUGA DAPAT MEMBAKAR JUTAAN POHON._

✅✅✅✅✅
JADI, SATU FIKIRAN NEGATIF DAPAT MEMBAKAR SEMUA FIKIRAN POSITIF._

📍📍📍📍📍📍💭💭💭
KOREK API MEMPUNYAI KEPALA, TETAPI TIDAK PUNYA OTAK,_

📍📍🔥📍🔥📍🔥
OLEH KARENA ITU SETIAP KALI ADA GESEKAN KECIL, SANG KOREK API TERUS TERBAKAR._

🙇🙇🙇💬💬💬
KITA JUGA MEMPUNYAI KEPALA, DAN JUGA OTAK,_

🙅🙅😡😡😡
KITA TIDAK PERLU MUDAH TERBAKAR MARAH HANYA KARENA GESEKAN KECIL._

🐧🐧🐧🐧🐧🐧
KETIKA BURUNG HIDUP, IA MAKAN ULAT.._

🐛🐛🐛🐛🐛🐛🐛
KETIKA BURUNG MATI, ULAT MAKAN BURUNG._

🕛🕐🕜🕝🕙🕥
WAKTU TERUS BERPUTAR. RODA KEHIDUPAN TERUS BERLAKU._

👎👎👎⬇⬇😔😔😔😔
JANGAN MERENDAHKAN SIAPAPUN DALAM HIDUP, BUKAN KARENA SIAPA MEREKA, TETAPI KARENA SIAPA DIRI KITA._

☝🕥🕥💪💪💪😥😥
KITA MUNGKIN BERKUASA TAPI ALLAH  LEBIH SANGAT BERKUASA DARIPADA KITA._

✨✨😀😍🙆😍😀✨✨
WAKTU KITA SEDANG BERJAYA, BANYAK TEMAN BARU DI SEKELILING KITA._

🏃🏃🏃💨😰😰😢😢😭😭
WAKTU KITA SUSAH, BARU KITA KENAL SIAPA SAHABAT KITA._

😪😪 🙌 👛💄💅💸💍💎
DAN WAKTU KITA SAKIT PARAH, BARU KITA TAHU BAHWA NIKMAT SEHAT ITU SANGAT BERNILAI, JAUH MELEBIHI HARTA._

👴👵😱😱😰😰❗
KETIKA KITA TUA, KITA BARU TAHU BAHWA MASIH BANYAK YANG BELUM KITA KERJAKAN._

👤👤👤💀💀👣👣👣
DAN, SETELAH DI AMBANG AJAL, KITA BARU TAHU BEGITU BANYAK WAKTU YANG TERBUANG SIA-SIA._

🔋🔋💡💡🔋🔋💡💡
HIDUP TIDAKLAH LAMA, SUDAH SAATNYA KITA BERSAMA-SAMA MEMBUAT HIDUP LEBIH BERHARGA,_

SALING MENGHARGAI , SALING MEMAAFKAN.            
TERIMA KASIH SAHABAT SEMUA. TELAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK  MEMBACA INI. SALAM YG TERBAIK DARI KLUARGA UNTUK KLUARGA *_Semoga bermanfaat_*

Mau Rumah Tangga Bahagia? Buang Ego Anda!

Mau Rumah Tangga Bahagia? Buang Ego Anda!

Semoga bermanfaat...

Sepasang suami istri sedang makan malam,  sang istri membuka pembicaraan.

Istri : “Suamiku sayang, bolehkah aku usul ???”

Suami : “Boleh istriku sayang, silahkan !!! ”.

Istri : “Saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong... agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. Bagaimana sayang” ???

Suami : “Baik istriku...”

Sambil tersenyum manis Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan 2 pulpen.

Tiga Puluh menit kemudian...
Istri : “Sayang saya sudah selesai menulisnya... apakah engkau juga sudah??? ”

Suami : “Iya , saya juga sudah selesai !!!”.

Istri : “Baiklah, sekarang tukar kertas kita. Jangan dibuka dulu. Nanti kita baca secara terpisah.

Suami : “Iya sayang!!! ” Sambil kecup istri.

Istri : “Suamiku, Silahkan buka kertasnya dan baca di kamar. saya akan mbaca di dapur"

Suami langsung membuka kertas & membacanya.
Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya.

Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas. Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar dengan raut muka masam,

Istri : “Bagaimana suamiku, engkau telah membacanya ???”

Suami : “Sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu … maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir

Istri : “Iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu ??? Padahal aku telah menulis segala kekuranganmu...”

Suami : “Istriku tercinta, tahukah engkau ... aku mencintaimu apa adanya… Shg aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu DIA menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku... aku mencintaimu karena DIA memilihmu sebagai pendampingku”.

Sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri, Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.

Banyaknya pertengkaran suami istri sebab utamanya adalah *EGOIS* saling menuntut cinta, saling meminta diperhatikan, saling minta disayang, gengsi meminta *maaf duluan jika melakukan kesalahan*, tidak mau berlomba memberi yang terbaik duluan, yang berakibat hilangnya rasa syukur dan rasa menerima apa adanya.

Mari kita cintai pasangan kita *_apa adanya_* Dan BUKAN *_ada apanya_*

*Tidak ada manusia yang sempurna, Tiada juga Istri atau Suami yang serba sempurna tapi bila kau mendambakan kehidupan yang sempurna maka  Cintailah Suamimu/Istrimu dengan cara yang Sempurna*...

"JIKA ANDA MENCARI YANG SEMPURNA, MAKA ANDA AKAN KEHILANGAN YANG TERBAIK" !

Semoga bermanfaat.

Selamat mencintai pasangan masing masing 😊😊😊

Manusia Itu Sebenarnya Kaya Raya, Ini Buktinya!

Manusia Itu Sebenarnya Kaya Raya, Ini Buktinya!

Ada seseorang yg merasa dirinya tdk rupawan dan tidak kaya sehingga tiap saat merasa gelisah.

Maka gurunya seorang kyai yang bijaksana datang kepadanya
"muridku, kenapa engkau tdk bahagia?"

"Saya merasa bingung kyai, mengapa aku miskin terus ?"

"Miskin ? kamu bukannya kaya?" 

"Gimana bisa kyai katakan kalo aku kaya? Dari mana kyai menilainya?"

"Kalo sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 50 juta, apa kamu mau?"

"hmm Gak mau "

"Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau?"

"hmm Gak mau"

"Kalo sepasang matamu buta, aku beri 10 milliar , mau ?"

"Gak mau"

"Kalo Alloh jadikan engkau menjadi kakek berumur 80 tahun yang sakit sakitan, diberi 100 milliar , mau?"

"Gak mau "

"Kalo sekarang engkau langsung meninggal, diberi kamu 1 Trilliun, mau?"

"Gak mau"

"Heeem. Berarti benar kan kalo kamu sdh memiliki kekayaan yg tak terhingga ? Maka kenapa kamu masih mengeluh miskin ?"

Orang tersebut tiba-tiba speechless tanpa kata-kata dan tiba-tiba mengerti apa arti keKayaan.

Karena HIDUP adalah WAKTU yg dipinjamkan oleh Alloh dan HARTA adalah ANUGERAH yg dititipkan dipercayakan...

BERSYUKUR atas Nafas yg masih kita miliki,

BERSYUKUR atas tubuh yg masih kita miliki.

BERSYUKUR atas Kesehatan yg masih kita miliki,

BERSYUKUR atas Keluarga yg masih kita miliki,

BERSYUKUR atas Teman & Sahabat yg masih kita miliki

BERSYUKUR atas Pekerjaan yg masih kita miliki

Mari kita sadari bahwa kita selalu DIBERI YG TERBAIK............

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiinn

Semoga Bermanfaat.

Inilah Adab Dalam Menuntut Ilmu Agar Barokah

Inilah Adab Dalam Menuntut Ilmu Agar Barokah

JADILAH PENUNTUT ILMU, BUKAN PENGADU DOMBA

Bila anda duduk di majlis seorang syaikh/ustadz maka ambillah ilmunya, ambil kesimpulan hukumnya beserta dalil yang menjadi landasannya, kemudian katakan dalam hatimu, “Ya Allah… Aku meyakini dan mengikuti ucapan si fulan karena di dalamnya ada firman-Mu dan sabda nabi-Mu”. Jangan sekali-kali engkau meyakini kemaksuman gurumu, menganggap bahwa segala ucapan gurumu pasti benar. Jangan lakukan itu, gurumu adalah manusia yang sama sepertimu, bila ia keliru tinggalkan ucapannya dan jaga kehormatannya.

Diantara problem penuntut ilmu saat ini adalah apabila ia duduk di salah satu majelis, lalu mendengarkan ilmu di majelis tersebut, diapun lantas pindah ke majelis lain dan mengatakan, “Wahai syaikh.! Syaikh/Ustadz fulan mengatakan begini dan begitu, apa pendapatmu.?

Dalam masaalah ini Syaikh/Ustadz fulan menjawab begini dan begitu, apa pendapatmu.? Begini dan begitu, begini dan begitu.
Sampai-sampai tak ada ilmu yang melekat dalam ingatannya, barokah ilmupun dicabut darinya. Ia lebih mirip seorang pengadu domba ketimbang penuntut ilmu .

Dahulu para penuntut ilmu tidak mengetahui cara-cara seperti ini, mereka menyadari kapasitas serta kedudukan setiap alim/ustadz. Sehingga mereka tau bagaimana adab terbaik dalam menyikapi beragam pandangan yang muncul diantara para ulama/ustadz.

(Disarikan dari Majelis Umdatul Fiqh bersama Syaikh Muhammad Muhammad Mukhtar As- Syinqity -hafidzahullah-. Mufti Madinah Al Munawwarah, Pengajar di Masjid Nabawi dan Anggota Tetap Perhimpunan Ulama Besar Kerajaan Saudi Arabia)

______________
Madinah Al-Munawwarah
ACT El Gharantaly

Perjalanan Haji dan Umrah Bagi Wanita Harus Ada Mahramnya

Perjalanan Haji dan Umrah Bagi Wanita Harus Ada Mahramnya

Surat Mahram Perjalanan Haji dan Umrah, itu Penipuan?

Arab saudi membuat aturan setiap perjalanan haji atau umrah harus ada mahramnya. Nah, prakteknya di indonesia, hampir semua travel membuat surat mahram bohong-bohongan… bagaimana hukumnya? Melakukan trik untuk mensiasati syarat administrasi mahram?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kebijakan pemerintah saudi dengan menetapkan mahram bagi para wanita yang hendak berangkat haji atau umrah itu berdasarkan panduan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Daid al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ يَوْمَيْنِ إِلاَّ مَعَهَا زَوْجُهَا أَوْ ذُو مَحْرَمٍ

Wanita tidak boleh melakukan safar selama 2 hari, kecuali disertai suaminya atau mahramnya. (HR. Bukhari 1197).

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا حُرْمَةٌ

Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan safar selama sehari semalam, sementara dia tidak ditemani mahramnya. (HR. Bukhari 1088).

Bahkan, mengingat pentingnya mahram dan pendamping bagi wanita ketika safar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminta salah seorang sahabat untuk menunda keikut sertaannya dalam jihad. Agar bisa menemani istrinya ketika hendak haji…

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan, ada seorang sahabat melapor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِى جَيْشِ كَذَا وَكَذَا، وَامْرَأَتِى تُرِيدُ الْحَجَّ

Ya Rasulullah, saya ingin tergabung dengan pasukan perang ini.. tapi istriku ingin pergi haji.

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اخْرُجْ مَعَهَا

“Berangkatlah haji bersama istrimu.” (HR. Bukhari 1862).

Karena islam memuliakan wanita…

Bentuk penjagaan islam terhadap wanita, adanya SOP bagi wanita yang melakukan safar. Sebagaimana pejabat ketika keluar rumah, dia diikat dengan SOP protokoler. Bukan dalam rangka mengganggu kebebasan mereka. Namun untuk menjaga kehormatan dan keselamatan mereka.

Secara nurani, sekalipun orang tidak tahu dalil, ketika ada wanita yang melakukan safar sendirian, orang yang melihatnya akan merasa ada yang kurang. Bahkan bisa jadi akan muncul dugaan buruk, suudzan kepada wanita itu.

Kita layak bersyukur kepada Allah, ketika situs-situs haji ditangani oleh pemerintahan yang sangat perhatian dengan aturan islam.. semoga Allah menjaga mereka.

Surat Mahram

Yang lebih penting dalam mahram bukan masalah surat. Surat hanya persyaratan administrasi, sebagi bukti bahwa wanita yang masuk tanah suci ini, benar-benar ditemani oleh suaminya atau mahramnya.

Yang sangat memprihatinkan, ketika surat ini justru menjadi peluang terjadinya penipuan. Terutama ketika ada jamaah wanita yang berangkat tanpa diiringi suaminya atau mahramnya. Untuk tetap bisa lolos, travel haji atau umrah membuat surat mahram palsu…

Ini jelas penipuan. Semua yang terlibat, dia menanggung dosanya…

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

Siapa yang menipu kami (umat), maka dia bukan bagian dari kami. (HR. Muslim 294)

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّى

“Siapa yang menipu, maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Muslim 295)

Pendidikan itu Penting!

Kata kunci pendidikan selalu dibutuhkan dimana-mana. Tidak ada ujungnya. Sepanjang masih ada kehidupan, long life education. Terkadang ada travel yang misi besarnya hanya mencari untung. Siapapun jamaah, siap tampung, sekalipun wanita muda yang hendak berangkat tanpa mahram. Urusan mahram, bisa pake surat mahram. Sehingga penipuan memang sudah jadi rencana sejak awal. Mungkin travel ini didirikan…

Ada juga travel yang sudah berusaha melakukan yang terbaik. Ingin sesuai dengan sunah, namun sayang jamaahnya kurang diedukasi. Sehingga ada sebagian wanita yang dengan jumawa tetap nekad berangkat haji atau umrah tanpa mahram, dengan siasat surat mahram.

Karena itu, edukasi untuk semuanya itu penting.. agar semuanya satu frekuensi. Baik travel maupun jamaah harus sama-sama menyadari bahwa dalam perjalanan ini harus ada mahram. Travel siap mendelay keberangkatan jamaah wanita yang tanpa mahram. Sebaliknya, jamaah wanita juga siap untuk mengundurkan diri, jika ternyata dia tidak bisa berangkat karena kendala mahram.

Agar kebiasaan menipu, tidak terlalu menjamur di negara kita…

Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semuanya untuk tetap di atas jalan kebenaran…

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Hadits Tentang Persaudaraan Sesama Muslim

Hadits Tentang Persaudaraan Sesama Muslim

"Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR. Muslim).

Rasulullah saw pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga”. Rasulullah menjawab; “Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi”. (HR. Bukhari).

Dari Hudzaifah Bin Yaman ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan termasuk golongan mereka.” (HR. At Tabrani).

“Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dari Anas ra. mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah saw, lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang berada di sisi Rasulullah saw tersebut mengatakan, “Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah saw bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Abu Dawud).

“Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (HR. Muslim).

“Tidak ada dua orang muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (HR. Abu Dawud).

3 Macam Orang Yang Tertipu ( Kecelik )

3 Macam Orang Yang Tertipu ( Kecelik )

Nasehat sederhana yang tidak disertai bahasa arab namun isinya sangat Islami,
                                                             "KECELIK" oleh  KH. Saerozi bercerita soal tiga orang yang kecelik.

Kecelik adalah istilah Jawa yang digunakan utk mengungkapkan sesuatu yang sangat diharapkan, akan tetapi hasilnya mengecewakan.

1. KECELIK YG PERTAMA

Orang yang ingin mulia dengan ngetok-ngetokno keapikane ... iku kecelik_*.
"Sebab keapikan iku lek diketokno ora nggarai apik. Justru nggarai élék,’’ tuturnya. Sebaliknya, keapikan kalau ditutupi, akan semakin kelihatan baik.

’’Sampean kenalan karo wong. Sampean takoni jenenge sopo? Kok deweke jawab, *_Kulo almukarrom kiai haji Sholeh_* ... Yo malah diguyu. Kok ora ditambahi almarhum pisan,’’ ucapnya disambut tawa jamaah.

_Pelok_, isi buah mangga,... jika ditanam di tanah dalam-dalam, justru akan menumbuhkan pohon dan buah. ’’
Coba pelok iku delehen nduwur mejo. Yo sido garing,’’ tambahnya.

’’Makanya ada maqolah, *_Kun ardlon fî qodaminnâs_* ... Jadilah kamu bumi bagi kaki-kaki manusia,’’ tuturnya. ’
*"Bumi itu di bawah. _Yo diinjak-injak. Yo diidoni_ ...Tapi regane tambah suwi tambah larang. Padahal bumine ora lapo-lapo",* ucapnya kembali disambut ger-geran jamaah.

Makanya jika ngelakoni apik, sebaiknya disembunyikan atau ditutupi.
*_Attawâdlu’u lâ tazîdu illâ rif’ah_* (Wong tawadlu' akan semakin mulia).
’’Orang yang berbuat baik dengan diketok-ketokno iku biasane gak eroh (tidak tahu)  dalane berbuat apik. Utowo gak biasa ngelakoni apik,’’ jelasnya.

2. KECELIK YG KEDUA

Orang yang ingin kaya dengan enggan bersedekah. Bayangane duwek akeh iku lek disimpen ... iku kecelik._*
Duwek akeh iku lek disedekahno. *_Asshodaqotu lâ tazîdu illâ katsrotan_*.

Setiap malam malaikat turun mendoakan orang-orang yang sedekah, *"Ya Allah, gantilah yang lebih banyak kepada orang-orang yang sedekah*".

’’Saya kemarin di Kediri ketemu konco yang setiap tahun gurune diberi motor. Saya tanya  kok iso ngono?’’ kata Kiai Saerozi.

Salah satu pengurus cerita, awalnya dia hanya memberi satu motor. Lha kok rezekine tambah akeh tambah akeh. Akhire motor yang diberikan terus bertambah. ’’Kemarin yang dibagikan sudah 11 motor,’’ bebernya.

Uang sesungguhnya adalah pembantu.  ’’Kalau disedekahkan, uang itu hidup. Golekno pahala sing sedekah,’’ jelasnya. Misalnya uang itu dipakai mbayari guru ngaji. Maka orang yang sedekah dapat pahala ngajar ngaji tanpa susah payah ngajar ngaji.

Sebaliknya, kalau hanya disimpan, *uang itu turu*.
"Sampean seneng endi duwe pembantu turu karo pembantu sing kerjo?’’ ucap Kiai Saerozi.

Orang yang medit (uangnya disimpan), sebenarnya loman.* Sebab harta yang disimpannya, ketika meninggal, *_seluruhnya akan dinikmati pewarisnya_*, kata Kiai Saerozi.
Sebaliknya, orang yang suka *sedekah*, sebenarnya *pelit*. *_Karena semua yang disedekahkan, kelak akan ia nikmati sendiri di akhirat._*

3. KECELIK YG KETIGA

Orang mengira bahwa jagoan adalah yang bisa mengalahkan semua musuh ... iku kecelik._*
Sebab musuh sing dikalahno, duwe bolo, duwe konco, duwe keluarga.

"Masio kalah, koncone, bolone, keluargane pasti balas dendam. Musuhe tambah akeh"* , tuturnya.

Menang yang sejati, kata Kiai Saerozi, adalah *dengan memaafkan*.

Al 'afwu lâ tazîdu illâ 'izzan_*. (Memaafkan akan menambah kemenangan).

’’Musuh disepuro dadi bolo, dulur ora disepuro dadi musuh"*, tegasnya.
Misalnya musuhan dengan tetangga kanan rumah. Ora gelem nyepuro, maka lewat depan rumahnya pasti segan. Musuhan dengan tetangga kiri rumah. Ora mau nyepuro, lewat di depannya pasti juga segan. ’’Akhire ngiri buntu, nganan yo buntu. Padahal asline ora buntu. Sing mbuntu atine dewe,’’ jelasnya.

Kalau punya musuh, mau ngapain juga pasti susah. ’’Mau masuk musholla kok di dalamnya ada musuhe. Pasti tidak mau masuk. Ora dikipatno ngipat-ngipat dewe", ucapnya disambut ger-geran jamaah.

’’Mau naik angkot kok di dalam ada musuhe. Pasti ora sido naik,’’ tambahnya.

Makanya yang paling baik adalah memaafkan.
*"Jagoan sejati iku nyepuroan (pemaaf)"*
_"Ngeluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake"._

Agar antar anak tidak ada permusuhan, orang tua diminta tidak mbedak-mbedakno, iki anak emas ... ini anak bukan emas.

Tidak boleh membanding-bandingkan kelebihan anak di hadapan anak yang lain. Sebab kalau sudah tali silaturrahim putus, maka tali hubungan dengan Allah juga putus._*

"Kajio bendino (kasarane) kalau hubungan dengan sanak keluarga ora apik, percuma",_ tegasnya. 

Pembebasan Konstantinopel dan Akhlak Islam Yang Agung

Pembebasan Konstantinopel dan Akhlak Islam Yang Agung

825 tahun sudah berlalu sejak Rasulullah mengucapkan janji itu, "Konstantinopel pasti akan dibebaskan oleh kalian", begitu nubuwwah Rasulullah

Dan hari itu, Selasa 29 Mei 1453 menjadi saksi akan tepatnya janji Rasulullah, kota termegah di dunia itu dibebaskan Sultan Mehmed II Al-Fatih

Dengan kuda putihnya, ia menyusuri jalan-jalan berbatu kapur di kota Konstantinopel, menuju jantungnya kota, sebentuk gereja terbesar dunia

Al-Fatih memandangi Hagia Sophia dan seluruh kemegahan yang dimilikinya, kemudian turun dari kudanya seraya melepas surbannya

Ia bersujud ke arah baitullah, lalu mengambil tanah dengan genggaman tangannya, lalu menaburnya diatas kepalanya, simbol dia hanyalah tanah

Ia memasuki gereja yang di dalamnya terdapat ribuan anak-anak dan wanita, tua-renta yang tak turut dalam peperangan, wajah mereka gelisah

Teringat di benak mereka, di tahun-tahun itu, terjadi re-conquista di Andalusia, Muslim semua dibantai

Mereka takut dan khawatir Al-Fatih akan melakukan hal yang sama pada mereka, sebagai balas dendam pada pasukan salib, masuk akal bukan?

Tapi Sultan bertitah, "Keluarlah kalian dari gereja, siapa ingin tinggal di kota, lakukanlah", Begitu Sultan menjamin mereka dan apa yang mereka miliki

Sultan Al-Fatih hanya meminta Hagia Sophia dialihfungsi menjadi masjid, tanpa menyakiti penduduk dan manusia sedikitpun

Sebab kita Muslim, kita diajarkan bahwa menjaga satu nyawa manusia, sama saja seperti menjaga nyawa manusia semua

Sebab kita Muslim, bukan pembantau, dan kita diajarkan bahwa manusia mesti dihormati walau dia bukan Muslim, dihargai dan dijaga

Sebab aturan Islam itu indah, ksatria, lembut dan rasional.

Felix Siauw

Waktu Terbaik Untuk Shalat Dhuha, Masuk Seperempat Siang

Waktu Terbaik Untuk Shalat Dhuha, Masuk Seperempat Siang

Waktu Pelaksanaan Shalat Dhuha 


Syaikh Dr. Musthofa Al Bugho berkata, “Waktu shalat Dhuha adalah mulai dari matahari meninggi hingga waktu zawal (matahari bergeser ke barat). Waktu afdholnya ketika telah masuk ¼ siang.” (At Tadzhib, hal. 50).

Ar Rofi’i mengatakan bahwa waktu pelaksanaan shalat Dhuha adalah mulai dari matahari meninggi (setinggi tombak) hingga istiwa’ (matahari di atas kepala, di pertengahan). Hal ini juga dikatakan oleh Ibnu Ar Rif’ah.

Imam Nawawi dalam Ar Roudhoh mengatakan bahwa waktu pelaksanaan shalat Dhuha menurut ulama Syafi’iyah dimulai dari terbitnya matahari, namun disunnahkan dimulai ketika matahari meninggi.

Waktu terbaik (mukhtaar) untuk shalat Dhuha adalah ketika telah masuk ¼ siang. Imam Nawawi pun menguatkan hal ini (Lihat Kifayatul Akhyar, hal. 84).

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan,

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ ».

Zaid bin Arqom pernah melihat suatu kaum sedang melaksanakan shalat Dhuha, ia berkata, “Yang mereka tahu bahwa shalat di selain waktu ini lebih afdhol. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat awwabin yaitu ketika keadaan begitu panas.” (HR. Muslim no. 748).

Shalat Dhuha dalam hadits ini disebut dengan shalat awwabin yaitu shalat orang yang kembali taat sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah. Waktu afdhol shalat Dhuha adalah ketika sudah begitu siang diperkirakan telah masuk ¼ siang, yaitu keadaannya disebut dengan tarmadhul fishool, yaitu saat pasir mulai panas membakar dan anak unta meninggalkan induknya.

Keterangan:

1- Waktu matahari meninggi (setinggi tombak), sekitar 10 menit setelah matahari terbit. Silakan diperkirakan untuk setiap daerah karena waktu terbitnya matahari di setiap daerah berbeda-beda. Kalau matahari terbit jam 06.00, maka shalat Dhuha bisa dimulai pukul 06.10. Demikian keterangan para ulama yang sering penulis dengar dan baca.

2- Waktu terbaik shalat Dhuha adalah ketika telah masuk ¼ siang, berarti sekitar jam 7 pagi ke atas.

Pertanyaan Seputar Waktu Sholat Dhuha

Assalamu’alaikum wr.wb

Ustadz
Alhamdulillah selama ini saya rutin menjalankan sholat dhuha sebelum berangkat kerja. Setelah mandi pagi saya langsung wudhu dan segera menunaikan sholat dhuha (sholat dhuha yang saya laksanakan mulai dari jam 07.00 – 07.30) karena setelah jam tersebut saya harus segera berangkat ke kantor.

Suatu waktu, saya dinasehati oleh seorang teman tentang waktu-waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dan saya pun segera mencari info di internet . Ternyata dari info yang saya dapat “Jam 06.00 – 07.45 adalah WAKTU YANG DIHARAMKAN UNTUK SHOLAT” .

Yang ingin saya tanyakan :
Bagaimana dengan jadwal sholat dhuha pada kalender islam (kebanyakan) yang waktunya dimulai jam 06.18 ? apakah sholat dhuha tetap syah?
Bagaimana jika cuaca mendung ? apa tidak masalah kita tetap sholat dhuha sesuai jadwal sholat pada kalender?

Mohon segera penjelasan lengkapnya ustadz, (dan mohon di reply juga by e-mail ini) . Karena ini sudah beberapa hari saya tidak melaksanakan sholat dhuha karena “membingungkan” dan takut tidak syah. Terimakasih banyak .
wassalamu’alaikum wr.wb

Jawaban:

Wa alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Secara bahasa “Dhuha” diambil dari kata ad-Dhahwu [arab: الضَّحْوُ] artinya siang hari yang mulai memanas. (Al-Ain, kata: ضحو). Allah berfirman:

وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى

”Di surga kamu tidak akan menglami kehausan dan kepanasan karena sinar matahari” (QS. Thaha: 119).

Kaitannya dengan makna bahasa kata dhuha, pada ayat di atas, Allah menyebutkan kenikmatan ketika di surga, salah satunya tidak kepanasan karena sinar matahari, yang itu diungkapkan dengan kata: [وَلَا تَضْحَى].

Sedangkan menurut ulama ahli fiqh, Dhuha artinya

ما بين ارتفاع الشمس إلى زوالها

”Waktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnya matahari). (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/221).

Waktu Mulainya Shalat Dhuha

Sebelumnya kita awali dengan hadis tentang waktu larangan shalat.

Terdapat hadis yang menyebutkan waktu larangan untuk shalat.

Dari Uqbah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata:

ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيْهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيْهِنَّ مَوْتَانَا: حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِيْنَ يَقُوْمُ قَائِمُ الظَّهِيْرَةِ حَتَّى تَمِيْلَ الشَّمْسُ، وَحِيْنَ تَضَيَّف لِلْغُرُوْبِ حَتَّى تَغْرُبَ

“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 1926)

Pada hadis di atas, ada dua waktu yang mengapit waktu dhuha:
[1] Ketika matahari terbit sampai tinggi
[2] Ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir

Ketika matahari sudah terbit, mulai kapan shalat dhuha sudah boleh dilaksanakan?

Apakah tepat setelah terbit, ataukah ditunggu sampai agak tinggi?

Ulama berbeda pendapat mengenai waktu mulainya shalat dhuha. Sebagaian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu mulainya shalat dhuha adalah tepat setelah terbitnya matahari. Namun dianjurkan untuk menundanya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah.

Sebagian ulama syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa shalat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak. Pendapat ini ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah.

Demikian yang menjadi pendapat Imam Abu Syuja’ dalam matan At-Taqrib, ketika beliau menjelaskan waktu-waktu yang terlarang untuk shalat. Hal yang sama juga menjadi pendapat Imam Al-Albani. Beliau ditanya tentang berapakah jarak satu tombak. Beliau menjawab: “Satu tombak adalah 2 meter menurut standar ukuran sekarang.” (Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah, 2/167). Sebagian ulama’ menjelaskan, jika diukur dengan waktu maka matahari pada posisi setinggi satu tombak kurang lebih 15 menit setelah terbit.

Waktu Akhir Shalat Dhuha

Batas akhir waktu shalat dhuha adalah sebelum waktu larangan shalat, yaitu ketika bayangan tepat berada di atas benda, tidak condong ke timur atau ke barat. Untuk menentukan batas akhir waktu dhuha, anda bisa perhatikan bayangan benda. Selama bayangan benda masih condong ke arah barat, meskipun sedikit, berarti waktu dhuha masih ada. Kemudian ketika bayangan benda lurus dengan bendanya, tidak condong ke barat maupun ke timur, waktu shalat dhuha telah habis. Karena matahari persis berada di atas benda. Ada sebagian yang memberikan acuan, kurang lebih 15 menit sebelum masuk dzuhur.

Cara Mudah Menentukan Batas Waktu Shalat Dhuha

Saat ini banyak kalender yang dilengkapi jadwal shalat yang diterbitkan oleh Depag atau Tarjih Muhammadiyah, termasuk beberapa kampus islam.

Anda bisa perhatikan, waktu terbit matahari dan waktu dzuhur.
Batas awal waktu dhuha: waktu terbit matahari + 15 menit
Batas akhir waktu dhuha: waktu dzuhur – 15 menit.

Waktu Dhuha yang Paling afdhal

Waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat Dhuha adalah ketika matahari sudah mulai panas (dekat dengan waktu berakhirnya Dhuha). Sebagaimana riwayat dari Al Qosim As Syaibani bahwasanya Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu melihat beberapa orang melakukan shalat Dhuha, kemudian Zaid mengatakan: “Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

”Shalat para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.” (HR. Muslim 748).

Awwabin artinya orang yang suka kembali pada aturan Allah.

Sebagian ulama mengatakan: “Shalat pada waktu ini dikaitkan dengan Awwabin karena umumnya pada waktu tersebut jiwa manusia condong untuk istirahat. Akan tetapi orang ini menggunakan waktu tersebut untuk melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dengan melakukan shalat. Meninggalkan keinginan hati menuju ridlo Penciptanya.” (Faidhul Qadir, 4/216)

Imam An-Nawawi mengatakan: ulama madzhab kami (syafi’iyah) mengatakan: “Waktu ketika matahari mulai panas adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat dhuha, meskipun dibolehkan shalat sejak terbit matahari sampai menjelang tergelincirnya matahari. (Syarh Shahih Muslim, 6/30).

Sumber: https://konsultasisyariah.com/21925-waktu-sholat-dhuha.html
Sumber : https://rumaysho.com/2966-shalat-muakkad-2-shalat-dhuha.html
Azab, Musibah Atau Ujian? Ini Perbedaannya!

Azab, Musibah Atau Ujian? Ini Perbedaannya!

Perbedaan Antara Ujian, Musibah dan Azab

Azab

Azab Allah yang diberikan kepada orang-orang yang tidak berada di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik di dunia maupun akhirat.

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar),” (QS. As Sajadah : 21).

“Wahai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kalian menjadi jahat sehingga kalian ditimpa musibah (azab) seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud, atau kaum Shalih. Sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kalian,” (QS Hud: 89).

“Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang Telah mereka kerjakan.” (QS. Huud: 16).

Ujian

Ibtila’ adalah ujian yang secara bahasa berarti ikhtibar (penyelidikan) dan imtihan (percobaan), baik berupa kesulitan maupun kesenangan, kebaikan maupun keburukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ujian kepada manusia dengan tujuan mengetahui siapa hamba-Nya yang bersyukur atas nikmat dan bersabar atas kesulitan yang menimpanya.
Firman-Nya dalam Surat Al-Anbiya ayat 35,

وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan,” (QS. Al-Anbiya: 35).

Firman Allah dalam surat Al-A’raf ayat 168 yang artinya, “Dan kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk.” (QS. Al A’raf: 168).

Firman Allah dalam Surat Al-Kahfi ayat 7 yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya,” (QS Al Kahfi: 7).

Ibnu Katsir mengatakan bahwa, makna “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya),” artinya terkadang Allah menguji dengan sesuatu yang tidak menyenangkan dan terkadang dengan berbagai kenikmatan. Hal ini agar Allah mengetahui orang-orang yang bersyukur dari orang-orang yang kufur, orang-orang yang bersabar dari orang-orang yang berputus asa.

Seseorang terkadang sanggup bertahan di dalam keimanan saat mendapatkan kesulitan, akan tetapi hilang imannya tatkala mendapatkan kesenangan. Ujian apapun yang Allah berikan pada kita, bersyukur dan bersabarlah.

Musibah

Apabila ujian dan cobaan itu bisa berbentuk kesenangan atau kesulitan, sedangkan musibah biasanya berbentuk sesuatu yang tidak disukai. Musibah secara bahasa, identik dengan teguran atau peringatan yang sudah menjadi ketentuan Allah, terjadi karena kesalahan yαng kita perbuat.
Firman Allah dalam surat An-Nisaa ayat 79,

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri,” (QS. An-Nisaa: 79).

Firman Allah dalam surat Asy-Syura ayat 30,

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu),” (QS. Asy-Syura: 30).

”Demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidaklah seorang mukmin ditimpa kegalauan, kesedihan, kepayahan bahkan duri yang menancap padanya kecuali dengannya Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya,” (Tafsir Al-Qur’an Al Azhim juz II hal 363).

Orang-orang yang bersabar ketika mendapat musibah dan menjadikannya sebagai upaya perbaikan diri untuk lebih mendekat pada-Nya maka akan mendapat ampunan di sisi-Nya.

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat pengampunan dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk,” (QS Al Baqarah: 155-157).

Wallahu a'lam bishshowab.

Sumber: Ummi Online

Ingatlah! Allah Maha Mendengar, Mengadulah Kepada Nya

Ingatlah! Allah Maha Mendengar, Mengadulah Kepada Nya

Alloh mendengar kita, itu berbeda dengan kita mendengar sesama kita. Pendengaran kita sangatlah terbatas, tidak semua suara bisa kita dengar, ada batas maksimum dan minimum. Sedangkan Alloh Swt. Maha Mendengar, tiada ada satu suara pun bahkan bisikan terhalus sekalipun kecuali Alloh pasti mendengarnya.

Saudaraku, yang terpenting dari setiap obrolan kita adalah obrolah kita disukai oleh Alloh Swt. Bagi seorang dai, tidak penting obrolannya memikat orang lain, karena apa gunanya jika manusia terpesona sedangkan Alloh tidak ridho. Maka dari itu yang terpenting dari obrolan seorang dai adalah Alloh ridho kepadanya. Tidak perlu mencari kekaguman makhluk atau kedudukan di hati makhluk, cukuplah dengan menyampaikan kebenaran dan kebaikan lillaahi ta’ala, itulah yang utama.

Bagi yang sudah biasa curhat kepada sesama, ingatlah bahwa ada yang Maha Mendengar, Maha Menguasai segala persoalan dalam hidup ini. Mengapa setiap kali ada masalah bisa dengan segera berbicara dan berkeluh kesah kepada orang lain, padahal belum tentu orang lain itu suka dan bisa memberi solusi. Bukan tidak boleh berbagi cerita, tapi upayakanlah menjadikan Alloh tempat yang utama untuk mengadu karena hanya Alloh Yang Maha Menguasai segalanya.

Jikalau kita senantiasa sadar bahwa Alloh Maha Mendengar, maka betapa akan sangat malu kita untuk berkata kotor, dusta, ghibah, dan sia-sia. Jika kita senantiasa ingat bahwa Alloh Maha Mendengar, betapa akan terjaga lisan kita dari kemaksiatan dan dosa. Lisan ini amatlah ringan, semoga kita senantiasa mampu memeliharanya hanya untuk berbicara apa yang Alloh ridhoi. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Aa Gym

Bukti Ilmiah Bahwa Sayap Lalat Mengandung Penyakit dan Sekaligus Obat Penawarnya

Bukti Ilmiah Bahwa Sayap Lalat Mengandung Penyakit dan Sekaligus Obat Penawarnya

Mengapa saat kita minum dan tiba-tiba ada lalat jatuh kedalam minuman sebaiknya kita tenggelamkan sekalian sebelum diambil dan dibuang? Adakah manfaat melakukan hal tersebut? Hal ini terkait dengan
salah satu hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyebutkan bahwa apabila lalat jatuh di sebuah bejana berisi air, maka seseorang harus mencelupkan seluruh tubuh lalat.
“Apabila lalat jatuh di bejana salah satu di antara kalian, maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat penawarnya,” sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Banyak kalangan yang tidak percaya terutama mereka yang tidak beragama Islam, bahkan yang muslim pun masdih ada sebagian yang menolak dan tidak percaya dengan hadits ini, karena dianggap menyalahi realitas bahkan ilmu kedokteran.



Ternyata seiring dengan kemajua ilmu pengetehuan dan penelitian, penolakan dari orang-orang yang tidak percaya hadits ini bisa dipatahkan. Hal ini terkait dengan  penelitian yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qâshim yang berhasil membuktikan kebenaran hadits tersebut.


Penelitian dilakukan dengan melakukan eksperimen, yakni menggunakan dua buah bejana, di mana lalat dicelupkan pada satu bejana berisi air steril, sehingga hanya sebagian sayap yang terendam air.

Satu bejana lainnya digunakan dengan posisi lalat dimasukan seluruh tubuhnya. Semua dilakukan secara aseptis di ruangan khusus, untuk menghindari kontaminasi dari luar.

Sampel air itu lalu dikultivasi ke sebuah media dan diinkubasi selama beberapa hari. Sehingga, pembiakan mikroba tumbuh serta jelas terlihat mata.

Hasil penelitian menunjukkan, salah satu media ditumbuhi koloni bakteri patogen tipe E. Coli yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada media lainnya, pada awalnya tumbuh koloni kecil tipe E. Coli, tetapi pertumbuhannya terhambat oleh mikroorganisme bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik.

Bakteri tersebut menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yakni menghasilkan actinomycetin dan actinomycin yang bersifat antibakteri dan antifungi.

Seperti diketahui, lalat berjumlah banyak di Bumi dan disebutkan hampir memiliki 87 ribu spesies. Faktanya, lalat makan dari sampah dan limbah bahan organik yang mengandung bakteri, virus, mikroba, atau kuman.

Lalat membawa kuman pada satu sayap dan obat penawar pada sayap yang lain. Bila tidak, maka spesies lalat akan binasa terkena kuman.

Kesimpulannya ialah, masuknya lalat pada makanan atau minuman dengan atau tanpa dicelup, maka memberikan hasil berbeda secara signifikan. Hal ini membenarkan sabda Nabi Muhammad bahwa pada sayap lalat itu terdapat penyakit beserta penawarnya. Keterangan ini telah terungkap 14 abad yang lalu, hingga penelitian sains membuktikan kebenaran mengenai hadits Rasulullah tersebut.

Demikianlah ilmu pengetahuan selangkah demi selangkah telah membuktikan akan kebenaran kabar-kabar yang dibawa Nabi Muhammad melalui sunnah-sunnahnya. Belum lagi kebenaran-kebenaran yang dibawa oleh Al Qur'an. 
Maka nikmat yang mana lagikah yang akan kamu dustakan?
Anjuran Tidur Miring Ke Kanan, Ini Manfaatnya Secara Ilmiah

Anjuran Tidur Miring Ke Kanan, Ini Manfaatnya Secara Ilmiah

Manfaat Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
Dianjurkan untuk mengawali tidur anda dengan posisi badan miring ke kanan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, "Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk salat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu," (HR. Al-Bukhari).



Adakah manfaat tidur miring kekanan? Bagaimana bukti ilmiahnya? Ternyata hasil penelitian menunjukkan saat manusia tidur dengan menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam waktu 2,5 hingga 4,5 jam. Akan tetapi, dalam posisi tidur yang lain, makanan akan selesai dicerna setelah 5 hingga 8 jam. Selain berfungsi untuk membuang racun di otak, posisi tidur miring ke kanan yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga baik untuk jantung serta pencernaan.

Ternyata rahasia di balik anjuran tidur dalam posisi berbaring miring ke kanan adalah posisi tersebut bisa memberikan manfaat untuk tubuh, salah satunya kesehatan jantung dan pencernaan. Dr. Zafir al-Attar menjelaskan, pada saat manusia tidur dalam posisi miring ke kanan ini, jantung hanya akan terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran kecil. Posisi ini juga menempatkan hati pada posisi yang stabil.

Bahaya Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kiri
Bagaimana dengan posisi tidur sebaliknya dengan miring ke kiri berlawanan dengan anjuran tidur miring kekanan? Dijelaskan pula bila seseorang tidur menyamping ke kiri, maka ini tidak baik untuk kesehatan, terutama organ jantung. Posisi tidur semacam ini, maka paru-paru sebelah kanan, yang berukuran besar akan menekan ke arah paru-paru. Ini berpengaruh terhadap kinerja jantung, khususnya mereka yang berusia lanjut.

Ternyata sudah sejak jaman dahulu,  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah mengajarkan bagaimana tata cara tidur yang sehat terkait dengan posisi tidur. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan perintah tersebut dan penulis sendiri sudah membuktikan bahwa dengan tidur miring ke kanan, pernafasan saat tidur serasa longgar dan perut juga terasa nyaman. Silahkan dibuktikan, semoga bermanfaat.
Bahaya Meniup Makanan Yang Akan Dimakan! Ini Bukti Ilmiah Bahayanya!

Bahaya Meniup Makanan Yang Akan Dimakan! Ini Bukti Ilmiah Bahayanya!

Larangan Meniup Makanan dan Bernafas Pada Minuman Yang Akan Disantap, Terbukti Secara Ilmiah Akan Bahayanya Bagi Kesehatan

Kadang-kadang saat menyantap makanan yang masih panas orang menjadi tidak sabar untuk meniupnya agar cepat dingin. Memang dengan ditiup makan akan menjadi cepat dingin, tetapi tahukah anda bahwa bagi orang Islam meniup makanan dan minuman dilarang oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wassalam? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila kalian minum, janganlah bernapas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan". (HR. Bukhari 153). Dan pada hadits lainnya, disebutkan larangan bernapas di dalam gelas atau meniup isi gelas. Hal ini sudah disampaikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sekira 14 abad yang lalu.


Mengapa kita sampai dilarang untuk meniup makanan dan minuman yang akan kita makan? Sebagai muslim tentunya kita wajib taat perintah agama, tetapi adakah alasan atau bukti ilmiah tentang bahaya meniup makanan dan minuman? Ternyata perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini bsia membuktikan bahwa larang meniup makanan dan minuman adalah berbahaya bagi kesehatan. Dalam ilmu kesehatan modern atau penelitian sains, bertemunya H2O (air) dengan karbondioksida atau CO2 yang dikeluarkan dari mulut manusia akan menghasilkan asam karbonat.

Diambil dari berbagai sumber, asam karbonat atau H2CO3 merupakan senyawa kimia yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia, berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak meniup minuman atau makanan panas. Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah, maka akan semakin asam darah. Normalnya, darah memiliki batasan kadar keasaman atau pH yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari pH normal, maka tubuh bisa berada dalam kondisi asidosis.

Kondisi tersebut berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung, disertai napas yang lebih cepat. Selain itu, ada bakteri H. Pylori yang menyebar melalui pernapasan. Bakteri tersebut dikatakan dapat menyebabkan gangguan lambung. Tidak hanya itu, ada mikroorganisme dan kotoran yang berada di mulut. Akibat tiupan, kotoran yang tidak terlihat mata bisa berpindah dari mulut seseorang ke makanan atau minuman.

Jadi secara ilmiah bisa dibuktikan bahwa 14 abad yang lalu,  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengetahui akan bahaya meniup makanan dan minuman yang akan diminum yang ternyata bisa mengganggu kesehatan tubuh kita. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melaksanakan sunnah Nabi yang ternyata memang sangat bermanfaat bagi kita.

Wallahua'alam bishshowab
Jangan Pernah Tertipu Dengan Kedudukan dan Jabatan di Dunia

Jangan Pernah Tertipu Dengan Kedudukan dan Jabatan di Dunia

Boleh jadi sekarang dia seorang dokter terkenal
Bisa jadi didunia dia seorang pengusaha sukses dan kaya raya
Boleh jadi saat ini dia adalah seorang presiden yang berkuasa sekehendak hatinya
Boleh jadi sekarang dia adalah seorang raja dengan istana yang super megah
Bisa jadi saat ini dia adalah seorang jenderal yang ditakuti

Tetapi ingatlah! Tanpa ketaatan dan ketaqwaan, semua itu tidak ada nilainya sama sekali bagi Allah, bahkan jika dibandingkan dengan sayap nyamuk sekalipun masih lebih berat timbangan sayap nyamuk. Na'udzubillah.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

{ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ وَزْنًا } .

_{Maka Kami tidak akan memenuhi timbangan mereka pada hari kiamat}.
QS. Al Kahfi: 105

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

(( إنه ليأتي الرجلُ العظيمُ السمينُ يومَ القيامةِ ، لا يزنُ عند الله جناحَ بعوضةٍ ))
وقال : { فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ وَزْنًا } .

(Sungguh akan didatangkan pada hari kiamat seorang lelaki yang memiliki kedudukan (didunia) dan gemuk badannya, namun timbangannya disisi Allah tidaklah lebih berat dari sayap nyamuk)
Beliau lalu membaca ayat:

{ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ وَزْنًا } .

{Maka Kami tidak akan memenuhi timbangan mereka pada hari kiamat}.
QS. Al Kahfi: 105.
Muttafaqun 'alaih.

Didalam keterangan ini terdapat pelajaran bahwa ukuran badan dan kedudukan seseorang didunia jika tidak disertai dengan ketaatan adalah sesuatu yang tak bernilai disisi Allah Azza Wa Jalla.

Sumber status fb

Jangan Suka Membanggakan Amal Ibadah

Jangan Suka Membanggakan Amal Ibadah

Kita tidak tahu apakah sholat kita, puasa kita, haji kita dan sedekah kita diterima Allah atau tidak, jadi JANGAN PERNAH BERSANDAR PADA AMAL, Bersandarlah hanya pada Allah dan selalu berharap rahmat-Nya.

Ada empat pria berbicara tentang amal ibadah mereka dan kesuksesan yang didapat.

Pria 1: Alhamdulillah, sejak sering salat duha, rezeki menjadi lancar.p Bisnis pun sukses. Sebentar lagi anak saya lulus smu lalu rencananya akan sekolah ke luar negeri.

Pria 2: Bukan main, hebat sekali! Saya juga sejak naik haji/umroh, alhamdulillah ibadahku semakin rajin. Anakku juga jadi sukses, bisa punya rumah yang harganya milyaran, aset pun bertambah. Orang tua saya sangat bangga, berkat doa saya.

Pria 3: Masya Allah sungguh nikmat tak terkira yang diberi-Nya! Sejak rajin puasa dan bersedekah, rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah di luar negeri dan jadi staf khusus mentri.

Ketiga pria tersebut kemudian melirik ke arah pria ke-4 yang sejak tadi hanya terdiam. Salah satu bertanya kepada Pria 4.

_"Bagaimana dirimu,p Kawan? Mengapa diam saja?"._

Pria 4 : Saya tidak sehebat kalian. Jangankan kesuksesan, bahkan saya tidak tahu ibadah yang saya lakukan diterima oleh Allah Swt. atau tidak.

Saya baru akan tahu ibadah diterima dan sukses setelah saya meninggal nanti. Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang Allah berikan kepada saya.

***

Janganlah kita bersandar pada amal. Karena jika sikap bersandar kepada amalan tersebut secaral berlebih, maka menjadi *jebakan buat kita sendiri*. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah _Ta’ala_.

Orang yang melakukan *amal ibadah* tidak tahu apakah amalnya *diterima atau tidak*.

Mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya *bernilai keikhlasan* atau tidak.

Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan selalu mengucapkan istigfar karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

_Diriwayatkan dari Abu Hurairah :"Sungguh amal seseorang tidak akan memasukannya ke dalam surga."_
_Mereka bertanya, "Tidak pula engkau ya Rasulullah?"_
_Beliau menjawab : "Tidak pula saya. Hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah)"._
*(H.R. Bukhari dan Muslim)*

Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Di antara rahmat-Nya adalah Dia memberikan taufik untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya.

Karenanya, kita wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya. Tidak layak hamba bersandar kepada amalnya.

Seorang hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan usahanya semata. Apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk Allah.

Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba-hamba-Nya. Dia Maha Kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya.
_Wallahu Ta'ala A'lam_.

*_Barakallah fiikum._*

_Astaghfirullahal azhiim..._ *Ampunilah kami ya Allah jika di hati kami masih ada rasa bangga diri terhadap amal-amal kami...*  _Aamiin..._

Haram Tersentuh Api Neraka Orang Yang Memiliki 4 Sifat Ini

Haram Tersentuh Api Neraka Orang Yang Memiliki 4 Sifat Ini

BEGINILAH SEHARUSNYA AKHLAK KITA

*ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ .*

Nabi Saw berkata, "Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram (tersentuh api) neraka?._ Para sahabat berkata,_"Iya, wahai Rasulallah!"._ *Beliau menjawab, _"(Haram tersentuh api neraka) orang yang Hayyin, Layyin, Qorib, Sahl"_
(H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).

Saudaraku...
Seperti inilah seharusnya akhlak kita...

1. Hayyin
Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan zhahir maupun batin. Tidak labil gampang marah, grusah-grusuh dalam segala hal, penuh pertimbangan. Tidak gampangan memaki, melaknat dan ngamuk tersulut berita yang sampai padanya.
Teduh jiwanya..

2.  Layyin
Orang yang lembut dan kalem, baik dalam bertutur-kata atau berbuat. Tidak kasar, main cantik sesuai aturan, tidak semaunya sendiri, segalanya tertata rapi. Tidak galak yang suka memarahi orang yang berbeda berbeda pendapat dgnya. Identik tidak suka melakukan pemaksaan pendapat.
Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk saudaranya sesama muslim

3. Qorib
Bahasa jawanya 'gati', akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan orang bagi yang mengajak bicara. Tidak acuh tak acuh, cuek-bebek, gampang berpaling. Biasanya murah senyum jika bertemu dan wajahnya berseri-seri dan enak dipandang.
Mudah untuk diajak berteman.

4. Sahl
Orang yang gampangan, tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan membuat orang lain lari dan menghindar.

Keempat kata memiliki makna yang mirip, sama dan saling melengkapi dalam bingkai  Akhlakul karimah.

Semoga Kita termasuk semua golongan tsb diatas..In syaa Allah aamiin..*

اللهم احسنت خلقي فأحسن خلقي

"YA ALLAH SEBAGAIMANA ENGKAU TELAH MENCIPTAKANKU DG BAIK MAKA PERBAIKILAH AKHLAKKU INI."

Mengapa Kita Dilarang Berprasangka Buruk? Simak Cerita Ini!

Mengapa Kita Dilarang Berprasangka Buruk? Simak Cerita Ini!

Jangan suka berprasangka buruk dulu!

"Bro, aku lagi butuh 500 ribu, pentingggg bangetttt, darurat. Please, tolong pinjami aku dulu ya....". :‎

Sahabatnya membalas: "Tunggu barang setengah jam ya bro, secepatnya nanti aku transfer".

Sudah lewat dari 1/2 jam . . satu jam . .dua jam.... tapi sahabatnya tidak juga memberi kabar. Ketika di telepon pun ternyata HP nya tidak aktif.

Ia pun mengirim SMS : "Selama ini aku tidak pernah mengecewakanmu brooo.... Tapi kenapa sekarang engkau lari dariku?!  Apa salahku?!"

Setelah dibaca, sahabatnya menelepon kembali dan berkata:

"Ya ampun, aku tidak bermaksud mematikan HP untuk lari darimu. Aku mematikan HP karena aku sedang menjual HPku untuk membantu kebutuhanmu.

Lalu, dari sisa penjualan, aku belikan HP second yang murah agar bisa menghubungimu".

Sahabat ku......
Manusia hari ini suka berprasangka karena lingkungan yang suka mempengaruhi...

Ada sangkaan baik... dan ada sangkaan buruk...

Orang yang bersantai...... disangka malas;

Orang yang pakai baju baru..... disangka pamer;
Orang yang pakai baju buruk...... disangka tidak hormat;

Orang makan banyak...... disangka rakus;
Orang makan sedikit..... disangka “diet” ketat;

Orang baik...... disangka buruk;
Orang buruk....... disangka baik;

Orang tersenyum....... disangka mengejek;
Orang bermuka masam...... disangka menyindir;

Orang mengkritik...... disangka tidak senang;
Orang diam..... disangka menyendiri;

Orang menawan...... disangka pakai susuk;

Siapa tahu..
Yang diam itu karena berdoa kepada Tuhan

Siapa tahu...
Yang tersenyum itu karena beramal

Siapa tahu...
Yang bermuka masam itu karena mengenang dosa-dosanya;

Siapa tahu...
Yang menawan itu karena bersih hati dan pikirannya;

Siapa tahu...
Yang ceria itu karena cerdas pikirannya & senantiasa mengingat Tuhan

Siapa tahu..
Yang sering ikut keagamaan itu karena merasa masih kurang ilmu...

Sahabatku........
Mari...
Hilangkan pikiran negatif....
Kembangkan energi positif...
Biasakan berpikir positif.....
Berikan seribu alasan kebaikan kepada sahabat....
Agar hidup lebih Inspiratif .

Tetap Tersenyum,
Tetap SEMANGAT  Memperbaiki hati...
Semangat terus beraktifitas

Sumber status fb

Hukum Menghisap Rokok Elektrik (Vape, Vapor)

Hukum Menghisap Rokok Elektrik (Vape, Vapor)

Bolehkah menghisap rokok elektri sebagai pengganti rokok biasa? Bagaimana hukumnya menurut syariat Islam?

Rokok elektrik atau biasa juga disebut vape, vaping, vapor yaitu rokok dengan sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS – electronic nicotine delivery system) adalah alat penguap bertenaga baterai yang dapat menimbulkan sensasi seperti merokok tembakau. Tampilannya pun ada yang menyerupai rokok dan ada pula yang didesain berbeda. Rokok elektrik pertama kali dipatenkan oleh apoteker asal Tiongkok, Hon Lik, pada tahun 2003. Kemudian dipasarkan di Tiongkok pada tahun 2004 melalui perusahaan Golden Dragon Holdings (kini bernama Ruyan).

Di dalam rokok elektrik terdapat tabung berisi larutan cair yang bisa diisi ulang. Larutan ini mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini dipanaskan, kemudian muncul uap selayaknya asap. Sebagian perusahaan menjual cairan perasa tertentu. Antara lain perasa mentol/mint, karamel, buah-buahan, kopi, atau cokelat.

Nikotin

Nikotin merupakan zat yang terdapat pada daun tembakau. Nikotin berfungsi  sebagai obat perangsang dan memberikan efek candu. Itulah sebabnya banyak perokok yang sulit berhenti merokok. Nikotin dalam rokok elektrik berbentuk cairan, sehingga jadi uap ketika dibakar.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) melaporkan beberapa kasus keracunan nikotin akibat penggunaan rokok elektrik, yang salah satunya menyebabkan kematian.

Propilen glikol

Propilen glikol merupakan cairan senyawa organik yang tidak berbau dan tidak berwarna, namun memiliki rasa agak manis. FDA atau Lembaga Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat telah menyatakan bahwa senyawa ini aman jika digunakan dalam kadar rendah.

Gliserin

Gliserin adalah cairan kental tidak berbau dan tidak berwarna. Zat ini sering digunakan pada perpaduan formulasi farmasi. Cairan manis yang dianggap tidak beracun ini sering pula dipakai oleh industri makanan. Gliserin berfungsi sebagai pengantar rasa dan nikotin dalam penggunaan rokok elektronik.

Pernyataan bahwa rokok elektrik lebih aman dan dapat digunakan sebagai langkah awal untuk berhenti merokok tembakau, ternyata merupakan klaim sepihak dari perusahaan vape. Dan World Health Organization (WHO) pun telah menganjurkan produsen rokok elektrik untuk tidak mengklaim produknya sebagai alat bantu berhenti merokok sampai ada bukti ilmiah kuat yang mendukung hal tersebut.

Disimpulkan dari berbagai artikel di web: http://www.alodokter.com/

Banyak negara yang sudah melarang konsumsi rokok elektrik ini, seperti Australia, Kanada, Brazil, dan Argentina. Kemudian diikuti juga oleh negara-negara yang tergabung dalam GCC (Gulf Cooperation Council; Dewan Kerjasama untuk negara-negara Teluk Arab). Hal ini mereka sepakati dalam Konfrensi Kementrian Kesehatan negara-negara anggota GCC.

Ada hal yang ironis dari kebijakan negara tersebut. Mereka melegalkan rokok yang biasa namun melarang rokok elektronik. Padahal rokok biasa pun mengandung bahaya yang besar yang telah membunuh lebih dari 6 juta orang setiap tahunnya.

Sumber: https://islamqa.info/ar/170999

Kajian Hukum Rokok Elektrik (Vape, Vapor, Vaping)

Dalam islam kita diajarkan prinsip, menyamakan yang sama, membedakan yang beda.

Kaidah mengatakan,

لا يجمع بين متفرق ولا يفرق بين مجتمع

“Tidak boleh menyamakan dua hal yang berbeda dan membedakan dua hal yang sama”.

Kaidah ini disebutkan oleh al-Bukhari dalam Shahih-nya, ketika membuat judul bab untuk hadis tentang surat Abu Bakar yang isinya rincian nishab zakat hewan ternak. Di situs konsultasisyariah.com kami telah membahas seputar hukum rokok; Baca: Hukum Rokok dalam Islam

Ketika rokok elektrik tidak jauh lebih aman dibandingkan rokok konvensional (tembakau), menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Ini yang menjadi alasan beberapa lembaga fatwa, diantaranya fatwa islam, melarang penggunaan rokok elektrik.

Dalam fatwa islam dinyatakan hukum rokok elektrik,

وأما من حيث الحكم الشرعي فإن وجود النيكوتين فيها دليل على أنه لا فرق بينها وبين السيجارة العادية الحقيقية ، ولا فرق بينها وبين علكة النيكوتين – أو التبغ – ، ولصقة النيكوتين وغيرهما مما يشبههما ، و” النيكوتين ” مركب سام ، يعد من أخطر المواد المضرة الموجودة في التبغ – الدخان – ، وحرمة التدخين أصبحت الآن واضحة لا يُمارى فيها…. وعليه : فلا يجوز شراء تلك السجائر ولا بيعها ؛ لحرمة استعمالها

Adapun dari sisi hukum syar’i, adanya kandungan nikotin dalam rokok elektrik tersebut sudah menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara vape dengan rokok biasa. Juga tidak ada bedanya antara vape dengan permen nikotin, atau yang semacam dengannya. Nikotin adalah zat racun yang merupakan zat paling berbahaya yang terdapat dalam rokok tembakau (rokok biasa). Dan haramnya rokok sekarang sudah sangat jelas, tidak perlu diperbincangkan lagi…. tidak diperbolehkan membeli dan menjual rokok elektrik, karena haram mengkonsumsinya. (Fatwa Islam, no. 170999)

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ الله إِذَا حَرَّم شَيْئاً حَرَّمَ ثَمَنَهُ

“sesungguhnya jika Allah mengharamkan sesuatu, Ia juga mengharamkan hasil jual-beli dari benda tersebut” (HR. Abu Daud no. 3488, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Allahu a’lam.

Sumber:  Konsultasisyariah.com